Workshop “Pendidikan Keagamaan Daerah Tertinggal dan Komunitas Adat Jambi” Kerja Sama BALITBANG KEMENAG RI

Workshop Pendidikan Keagamaan di Daerah Tertinggal dan Komunitas Adat Jambi yang pernah diselenggarakan oleh STAI Ma’arif Jambi bekerja sama dengan BALITBANG KEMENAG RI memiliki dampak yang positif untuk memajukan pendidikan di daerah terpencil dan mempromosikan adat budaya Jambi untuk skala nasional. Workshop yang menghadirkan narasumber dari BALITBANG KEMENAG RI menyampaikan pendidikan keagamaan di daerah tertinggal adalah tanggung jawab bersama seluruh civitas akademika sebagai wujud pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi yang sebagai pengabdi masyarakat. Narasumber lainnya dari Provinsi Jambi Prof.Dr.H.Lias Hasibuan, Prof.Dr.H.Munthalib, KH.Lohot Hasibuan, menyampaikan beberapa hal penting dalam kegiatan Workshop diantaranya:
1. Penyusunan konsep pendidikan keagamaan di daerah terpencil harus sederhana dan mudah dipahami.
2. Proses pembelajaran harus berorientasi pada praktek keagamaan langsung.
3. Pimpinan suku di daerah terpencil harus menjadi sahabat karib dan keluarga terdekat kita sebagai pengabdi yang akan melakukan proses pembelajaran bagi masyarakat.
4. Workshop yang bertemakan pendidikan di daerah terpencil dan komunitas adat Jambi harus mampu menghasilkan naskah akademik yang akan menjadi panduan.
Harapannya Workshop ini dapat terselenggara dengan berkelanjutan untuk dapat melihat lebih jauh perkembangan pendidikan keagamaan di daerah tertinggal begitu juga yang disampaikan oleh ketua YPBS Jambi Dr.H.Rahmat Nasution, STAI Ma’arif Jambi harus mampu menjadi pelopor roda kemajuan pendidikan keagamaan di daerah tertinggal dan komunitas adat budaya jambi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *