Hikmah Pagi: Nasehat Utsman Ibn ‘Affan (W. 35 H) Tentang “Khouf”

Gerbang ramadhan semakin dekat, salah satu pesona ramadhan yang membuat ia dimuliakan dan dinantikan karena ramadhan berhasil membuat orang berhenti sementara bahkan total dari aktifitas maksiat dan dosa, baik secara tersembunyi maupun terang-terangan.

Tak heran jika disebut ramadhan karena memberikan artikulasi bukan hanya sekedar berarti “panas’ tapi juga berarti “membakar” yaitu membakar dosa-dosa. Maka ramadhan bisa kita sebut “syahrul khouf” = “bulan takut”, yang memberikan makna takut berbuat dosa dan maksiat yang bisa melunturkan ramadhan kita sehingga bisa menggapai maghfiroh Allah Ta’ala.

Maka sayyidina Utsman Ibn ‘Affan memberikan wejangan tentang pembagian “khouf” menjadi lima bagian penting, dimana seorang mukmin harus takut dengan lima perkara:

(1) من قبل الله تعالى أن يأخذ منه الإيمان، (2) من قبل الحفظة أن يكتبوا عليه ما يفتضح به يوم القيامة، (3) من قبل الشيطان أن يبطل عمله، (4) من قبل ملك الموت أن يأخذه في غفلة بغتة، (5) من قبل الدنيا أن يغتر بها وتشغله عن الآخرة.

(1) Takut kepada Allah Ta’ala jangan-jangan Allah akan mencabut keimanannya, (2) Takut kepada malaikat pencatat amal, jangan-jangan mereka menulis amal kita dengan catatan yang sangat memalukan bila nanti diumumkan di hari kiamat, (3) Takut kepada syaithan, jangan-jangan dia telah berhasil merusak amal yang telah kita kerjakan, (4) Takut kepada Malaikat Maut, jangan-jangan dia mencabut nyawa kita disaat kita lupa kepada Allah Ta’ala, (5) Takut kepada dunia, jangan-jangan dunia ini telah membuat kita terlena sehingga kita melupakan urusan akhirat kita.

Semoga Allah menjaga kita dan menjaga amaliyah kita sehingga kita senantiasa berada pada naungan Allah dan senantiasa mengharapkan ridho-Nya Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *