Hikmah Pagi: Teman Duduk Yang Paling Baik

Hikmah Pagi: Teman Duduk Yang Paling Baik

Di bulan suci ramadlan adalah bulan yang biasa disebut “memanen pahala” walaupun bukan ini tujuan utama namun sebagai motivasi untuk terus giat melakukan kebaikan-kebaikan, sehingga mempunyai target yang positif selama ramadlan.

Tak sedikit para masyayikh atau para guru menganjurkan selama ramadlan selain menghatamkan al-Qur’an juga mengkhatamkan kitab-kitab yang ringan (baik tentang hadits, siroh nabi, siroh para sahabat, membaca biografi orang-orang shaleh atau yang lain) yang intinya menambah kebaikan dan pengetahuan.

Maka suatu ketika Ibn Abbas pernah bertanya kepada Rasulullah,

أَيُّ جُلَسَائِنَا خَيْرٌ ؟ قَالَ : مَنْ ذَكَّرَكُمْ بِاللهِ رُؤْيَتُهُ ، وَزَادَ فِي علمكُمْ مَنْطِقُهُ وَذَكَّرَكُمْ بِالآخِرَةِ عَمَلُهُ

Ya Rasulallah siapakah teman duduk untuk kami yang paling baik? Rasulullah menjawab: ialah orang yang apabila ketika kamu melihatnya, mengingatkan kamu kepada Allah dengan memandang (wajahnya) dan percakapannya akan menambahkan ilmu kamu dan amalannya mengingatkan kamu kepada akhirat. (H.R. Abu Ya’la al-Mausuly, dalam kitab musnad Abdullah Ibn Humaid mengatakan sanadnya tsiqqoot (bisa dipertanggung jawabkan kredibilitas rawinya) juga dijelaskan dalam musnad al-Jami’, Jilid: 21/158).

Maka kajian-kajian seperti ini masih terus dikembangkan sebagaimana ramadlan banyak yang melakukan khataman-khataman kitab, sebagaimana tradisi para salafus salih zaman dahulu.

Rasulullaah berpesan ketika selesai majelis jangan lupa untuk berdo’a,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْك

Mahasuci Engkau, ya Allah, saya memuji-Mu. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, saya meminta ampunan dan bertaubat kepada-Mu. (H.R. Imam Nasa’i dalam kitabnya Sunan al-Kubro, Jilid: 6/25).

Maka tatkala do’a ini dibaca ketika hendak mengakhiri majelis, apabila di dalam majelis terdapat banyak kekeliruan atau kesalahan. Maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan menghapuskan kesalahannya yang terjadi di dalam majelis tersebut.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dan diberikan semangat kuat untuk mendalami ilmu-ilmu-Nya Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *