Ibadah dan Keyakinan

Ibadah dan Keyakinan

Salah seorang ulama mengatakan,

– Saya mengetahui kalau Allah mengawasi saya, maka saya malu ….. (maka jika engkau ingin berbuat maksiat ingatlah sesungguhnya Allah mengawasimu, dan menyaksikan apa yang engkau lakukan),

– Saya mengetahui bahwa rizeqi saya tidak akan dimakan oleh orang lain, maka saya sangat tenang …… (oleh sebab itu bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan. Maka Allah akan memberikanmu rizeqi),

– Saya juga mengetahui bahwasannya pekerjaan saya tidak akan dikerjakan orang lain, maka saya bersungguh-sungguh …… (maka tidak akan ada yang bermanfa’at di hari kiamat kecuali amalanmu, maka ingatlah ujian saat itu sangatlah berat),

– Saya mengetahui bahwa akhir hidup ini adalah kematian, maka saya berusaha untuk mempersiapkan …… (maka ketika mengerjakan akhirat ingatlah seakan-akan engkau meninggal besok).

Diceritakan suatu ketika salah seorang pembantu Ibrahim an-Nakh’i (W. 96 H) (diantara murid beliau adalah A’masy (Imam Hadits) dan Imam Hanafi (Imam Fiqh)), di hari yang sangat panas melakukan puasa. Ibrahim an-nakh’i mengatakan di hari yang sangat panas kamu masih berpuasa?

Kemudian di jawab: andaikata kalau ada barang yang didiskon besar-besaran maka setiap orang pasti beli, kalau ada barang kebutuhan dunia yang mahal dan brandid pasti dia mahal dan akan jarang yang beli kecuali kalangan tertentu. Bagaimana dengan barang kebutuhan akhirat yang harganya mengalahkan harga semuanya???

Subhana Allah begitu indah untaian para ulama, Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan keimanan sehingga senantiasa mendapatkan ketenangan lahir batin dari Allah Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA. dan Keyakinan

Salah seorang ulama mengatakan,

– Saya mengetahui kalau Allah mengawasi saya, maka saya malu ….. (maka jika engkau ingin berbuat maksiat ingatlah sesungguhnya Allah mengawasimu, dan menyaksikan apa yang engkau lakukan),

– Saya mengetahui bahwa rizeqi saya tidak akan dimakan oleh orang lain, maka saya sangat tenang …… (oleh sebab itu bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan. Maka Allah akan memberikanmu rizeqi),

– Saya juga mengetahui bahwasannya pekerjaan saya tidak akan dikerjakan orang lain, maka saya bersungguh-sungguh …… (maka tidak akan ada yang bermanfa’at di hari kiamat kecuali amalanmu, maka ingatlah ujian saat itu sangatlah berat),

– Saya mengetahui bahwa akhir hidup ini adalah kematian, maka saya berusaha untuk mempersiapkan …… (maka ketika mengerjakan akhirat ingatlah seakan-akan engkau meninggal besok).

Diceritakan suatu ketika salah seorang pembantu Ibrahim an-Nakh’i (W. 96 H) (diantara murid beliau adalah A’masy (Imam Hadits) dan Imam Hanafi (Imam Fiqh)), di hari yang sangat panas melakukan puasa. Ibrahim an-nakh’i mengatakan di hari yang sangat panas kamu masih berpuasa?

Kemudian di jawab: andaikata kalau ada barang yang didiskon besar-besaran maka setiap orang pasti beli, kalau ada barang kebutuhan dunia yang mahal dan brandid pasti dia mahal dan akan jarang yang beli kecuali kalangan tertentu. Bagaimana dengan barang kebutuhan akhirat yang harganya mengalahkan harga semuanya???

Subhana Allah begitu indah untaian para ulama, Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan keimanan sehingga senantiasa mendapatkan ketenangan lahir batin dari Allah Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *