Tradisi Lebaran: Perayaan dan Ibadah

Tradisi atau budaya yang sudah membudaya susah untuk di hilangkan dalam kehidupan masyarakat, apabila tidak dilakukan seakan akan ada yang masih kurang atau tidak lengkap, begitu juga dengan lebaran yang sedang dijalani, banyak tradisi yang tidak sesuai dengan ibadah bahkan melanggar nilai nilai ibadah.

Seperti halnya menyambut hari raya Idul Fitri, tradisi yang ada di masyarakat seakan mengharuskan memakai pakaian pakaian yang baru dan warna yang cerah terang mentetereng, membeli berbagai jenis kue yang terkadang berlebihan begitu juga dengan beraneka ragam jenis minuman mulai dari sirup, minuman kaleng, minuman botol dan lain sebagainya.

Memberikan THR kepada sanak saudara dengan jumlah uang yang beraneka ragam, yang menurut penulis terkadang tidak pantas juga, karena membangun pola pikir meminta tanpa usaha, seharusnya THR bisa dalam bentuk reward terhadap pencapaian kemaksimalan usaha dan ibadah yang dilakukan dalam bulan puasa ramadhan.

Tradisi mudik di akhir bulan ramadhan, sehingga banyak membuat lalai dalam beribadah, karena tidak lagi mengencangkan sarung untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah di hari terakhir bulan ramadhan untuk menggapai malam lailatul qadr, tetapi mengencangkan persiapan untuk mudik yang membuat tidak lagi puasa, mengurangi kuantitas dan kualitas ibadah, atau bahkan tidak mengerjakan ibadah karena lelah di perjalanan. Semua menjadi hal yang harus direnungkan apakah tradisi membuat lalai atau pribadi yang tidak beraungguh sungguh.

Dr. Sumarto, Opini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *