Kenikmatan Itu Semu, Maka Tebar Kebaikan dan Hentikan Kemaksiatan

Kenikmatan Itu Semu, Maka Tebar Kebaikan dan Hentikan Kemaksiatan

Ali Ibn Abi Thalib mengatakan, jika engkau menikmati perbuatan dosa; sungguh kenikmatan itu akan sirna, namun dosanya tetap membekas. Namun jika engkau bersusah payah dalam kebaikan; capeknya akan hilang, namun kebaikannya tetap terasa.

Suatu ketika Syekh ‘Ali Thanthawy salah seorang ulama’ al-Azhar ditanya, apa yang paling berkesan dalam kehidupan anda ketika anda mengambil hikmah dari buku yang pernah anda baca? Beliau menjawab: saya membaca kurang lebih 70 tahun lamanya; tidak ada hikmah yang lebih menarik saya temukan, kecuali ungkapan Ibn Jauzi dalam kitabnya “Shoidul Khaatir”, beliau mengungkapkan: “Sungguh ketika berat mengerjakan ketaatan pasti akan hilang capeknya, namun jangan kwatir pahalanya akan tetap melekat. Sedangkan kenikmatan dalam mengerjakan kemaksiatan nikmatnya akan hilang, namun dosa dan siksanya akan tetap tercatat.”

Maka dikatakan oleh para ulama segala sesuatu mempunyai kenikmatan,

– Kenikmatan ahli ibadah ketika bermunajat,
– Kenikmatan seorang ulama adalah ketika berfikir,
– Kenikmatan seorang dermawan adalah ketika mampu menebar kebaikan (berbagi),
– Kenikmatan seorang yang berusaha untuk memperbaiki diri adalah ketika mendapatkan hidayah,
– Kenikmatan seseorang yang nyeleneh adalah senantiasa membuat kontroversial,
– Kenikmatan seorang pencela adalah ketika menebar keburukan dan mencela orang lain,
– Kenikmatan seorang yang sesat adalah ketika membuat kerusakan. (Lihat: Sahirul Layaly Fi Riyadlil Jannah, Hal. 40-41).

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dan melindungi kita dari berbagai keburukan Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *